Panduan praktis
Umrah bagi perempuan
Pakaian, rukun, tempat salat dan kunjungan Raudhah, haid, dan aturan perjalanan, yaitu hal-hal yang berbeda bagi perempuan.
Rukun umrah sama bagi perempuan dan laki-laki. Berikut hal-hal yang berbeda.
Pakaian ihram
Tidak ada pakaian khusus untuk perempuan. Kenakan pakaian sopan dan longgar seperti biasa dalam warna apa pun, dengan jilbab. Wajah dan telapak tangan tetap terbuka saat ihram: tanpa cadar dan tanpa sarung tangan. Banyak perempuan menjulurkan kain longgar di depan wajah saat berada dekat laki-laki bukan mahram, tanpa diikatkan ke wajah.
Dalam pelaksanaan rukun
- Talbiyah: dibaca hingga terdengar oleh perempuan di sebelah Anda, tidak dengan suara keras.
- Tawaf: tanpa raml (berjalan cepat) dan tanpa idhtiba'.
- Sa'i: berjalan biasa di antara tanda hijau. Hanya laki-laki yang berlari kecil.
- Taqshir: potong sekitar seujung jari dari ujung rambut. Perempuan tidak mencukur.
Haid dan nifas
Perempuan yang sedang haid boleh berihram di miqat dan melakukan semua amalan kecuali tawaf. Ia menunggu hingga suci, mandi, lalu melaksanakan tawaf dan sa'i. Jika jadwal perjalanan Anda ketat, tanyakan kepada ulama sebelum berangkat tentang keadaan Anda.
Tempat salat dan Raudhah
Kedua masjid memiliki area perempuan yang luas dengan pintu masuk sendiri. Di Madinah, kunjungan ke Raudhah dipesan melalui aplikasi Nusuk, dengan jadwal terpisah untuk perempuan.
Bepergian tanpa mahram
Peraturan Saudi tidak lagi mewajibkan perempuan bepergian dengan mahram untuk mendapatkan visa atau izin umrah. Hukum agama tentang bepergian tanpa mahram diperselisihkan para ulama. Tanyakan kepada ulama yang Anda percaya.